Cerita Pendek Sang Mantan
Tidak terasa sudah hampir satu tahun kita bersama, sembilan bulan empat belas hari yang kita lalui bukan waktu yang singkat, kita sudah melewati berbagai macam rintangan, melewati jalan berliku, menghadapi jatuh bangun dan pasang surut kehidupan. Hebatnya kita sejauh ini sudah berhasil melalui semuanya. Hai perempuanku. Aku bersyukur karena kamu yang Tuhan pilih bukan untuk menjadi kekasihku, perempuan hebat yang mencintaiku dengan separuh, perempuan tangguh dengan begitu senangnya mepermainkanku. Perempuan super yang tak pernah bosan menyakitiku , aku yakin banyak orang di luar sana yang merasa iri dengan hubungan kita yang lalu. Perjalanan cinta kita tak semulus apa yang dilihat orang lain, pernah kita bertengkar dengan sangat hebatnya hingga kita memutuskan untuk berjalan masing-masing. Kamu tahu? Berpisah denganmu adalah keputusan terburuk dalam hidupku. Melewati hari-hari tanpamu begitu hampa, menangisimu setiap hari menjadi hobiku saat itu. Berlebihan ya? Tapi...









