Cerita Pendek Sang Mantan


Tidak terasa sudah hampir satu tahun kita bersama, sembilan bulan empat belas hari yang kita lalui bukan waktu yang singkat, kita sudah melewati berbagai macam rintangan, melewati jalan berliku, menghadapi jatuh bangun dan pasang surut kehidupan. Hebatnya kita sejauh ini sudah berhasil melalui semuanya.

Hai perempuanku.

Aku bersyukur karena kamu yang Tuhan pilih bukan untuk menjadi kekasihku, perempuan hebat yang mencintaiku dengan separuh, perempuan tangguh dengan begitu senangnya mepermainkanku. Perempuan super yang tak pernah bosan menyakitiku, aku yakin banyak orang di luar sana yang merasa iri dengan hubungan kita yang lalu.

Perjalanan cinta kita tak semulus apa yang dilihat orang lain, pernah kita bertengkar dengan sangat hebatnya hingga kita memutuskan untuk berjalan masing-masing. Kamu tahu? Berpisah denganmu adalah keputusan terburuk dalam hidupku. Melewati hari-hari tanpamu begitu hampa, menangisimu setiap hari menjadi hobiku saat itu. Berlebihan ya? Tapi memang begitu adanya. Untung saja beberapa hari kemudian kamu menghubungiku dan mengajakku bertemu. Seketika hilang semua galau, sedih, dan gundahku saat kamu mengajakku kembali.

Hai perempuanku hebat yang namanya tak pernah absen kusebut dalam setiap doa. Jangan pernah lelah untuk menuliskan cerita baru denganku, Jangan pernah bosan untuk menemaniku dalam perjalanan panjang ini karena memilikimu adalah salah satu hal indah dalam hidupku.

Hai kekasih hatiku.

Terimakasih untuk setiap waktu yang kamu berikan untukku, terimakasih untuk setiap kenangan yang kamu buat, terimakasih untuk setiap senyum yang kamu lukiskan, terimakasih untuk setiap nyaman yang kamu ciptakan. Terimakasih untuk kesabaranmu dalam perjalanan ini.

Semoga kelak Tuhan memberi kebahagiaan dalam ikatan suci pernikahanmu.

Dari mantan kekasihmu yang tak pernah lelah menyebut namamu di dalam setiap doanya yang lalu.

Komentar

Postingan Populer