Mungkinkah?
Aku pernah membayangkan, suatu hari nanti kau akan menungguku pulang, dari lelah bekerja, tersenyum menyambutku dengan pelukan hangat.
Aku pernah bermimpi, melihat kedua anak kita bermain pasir, dan kau ada di samping mereka, mendirikan istana sambil tertawa bahagia.
Aku pernah berkhayal, kau menantiku pulang dari rantau setelah bekerja di tengah teriknya matahari selama beberapa bulan. Itu sebabnya aku memilihkanmu rumah di pinggir pantai, agar bila aku rindu, setidaknya kita bisa melihat laut yang sama.
Aku pernah menunggu, menunggu semua itu menjadi kenyataan. Mungkinkah?
Mungkinkah suatu hari nanti, kita akan duduk berdua, dengan pipi yang tirus, rambut beruban, tangan yang keriput, wajah yang tersenyum, menanti senja hingga malam merenggutnya dari pandangan kita?



Komentar
Posting Komentar