Bisa Jadi Seseorang itu Adalah Kamu
Bisa Jadi Seseorang itu Adalah Kamu
Agak lama ternyata aku
mengabaikan ini, hendak menceritakanmu pada saat kita bertemu suatu waktu. Aku
punya ingatan yang kabur bila menceritakan setiap kepingan demi kepingan, tapi
kupastikan tentangmu adalah salah satu yang membuatku terkesan.
Intinya adalah
sederhana, kadang alasannya bisa segila itu. Dulu, aku mencintaimu dengan
keraguan; seringkali bertanya, apakah kau mau barang sekali waktu untuk
berbicara seperlunya? Bahkan menatapku saja kau enggan. Memang bukan aku yang
berani pada saat itu, kusengaja untuk menyimpannya dalam Pandora milikku
sendiri.
Sekian lama kau berlalu.
Aku menyengaja untuk membuat segalanya jadi hilang. Bagiku, berharap saja sudah
cukup menyenangkan. Aku tak berani meminta lebih.
…
Dunia berputar lebih
cepat, dan kini tampaknya condong kepadaku. Dalam versi baru, kita kembali
bertemu meski aku sudah lain, juga kau sudah begitu berbeda. Sangat jauh
berkebalikannya dengan dulu, kini dengan begitu mudahnya kita bisa tertawa dan
beradu mata.
Aku pikir, jauhnya jarak
bisa melumpuhkan segala ingatan, begitupun harapan yang pupus bisa membuatku
jadi amnesia secara utuh. Nyatanya tidak. Aku adalah orang terakhir yang
menguburnya, lalu menjadi yang pertama ketika menyadari ia kembali
bertumbuh.
Bersama sosokmu, yang
dulu pernah sengaja kusimpan, aku hendak melakukan perjudian ; apakah dalam
sekali lempar dadu, berapa kemungkinan terbesarnya bahwa aku akan mengatakan
segalanya kepadamu? Meski aku tak berharap belas kasihanmu, bilapun kau hanya
terkejut, aku tak ambil pusing.
Tapi suatu saat, aku
harus berani mengatakannya padamu.
Sebagai
janjiku, aku menulisnya saat ini. Bila kau membacanya, lalu dadamu berdegup
tidak seperti biasanya; bisa jadi seseorang itu adalah kamu.



Komentar
Posting Komentar