KEPADA MARAHMUPUN, AKU RINDU
KEPADA MARAHMUPUN, AKU
RINDU
Bertahun-tahun denganmu
cukup membuatku tahu bahwa bahagia itu sederhana. Namun sayangnya hubungan kita
ini serupa kisah usang yang tak mau mati, namun tak bisa berkembang. Hingga
akhirnya salah satu dari kita memilih untuk melepaskan dan melihat salah satu
yang lain berkembang seperti yang ingin dilihat alam.
Sudah beribu kali
kuyakinkan diriku sendiri bahwa kau mampu tanpaku, dan aku mampu tanpamu. Namun
sepertinya bukan itu yang terjadi. Kita sama-sama sakit, namun memilih terlihat
baik-baik saja untuk saling menguatkan.
Lihatlah tuan, bahkan
perpisahan tidak bisa membuat kita berhenti untuk saling mencintai. Perpisahan
hanyalah serupa jarak yang membuat rindu semakin belajar perihal apa arti
dirinya.
Tidak perlu kubahas, apa
yang kurindukan darimu, dan apa yang kau rindukan dariku. Sebab tidak terbatas
rinduku padamu. Kata-kata tak akan pernah bisa mewakilinya. Sebab rasa sakit
berpisah denganmu pun tak dapat dirangkai oleh kalimat manapun.
“Bahkan
marahmu padaku pun aku sungguh merindukannya.”



Komentar
Posting Komentar